Kantor Pencarian dan pertolongan Banjarmasin "Profesional Sinergi dan Militan" Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing


Kantor SAR Banjarmasin Latih Potensi SAR Teknik Pertolongan di Ketinggian dan di Permukaan Air


Banjarbaru – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menggelar Pelatihan Potensi SAR dengan tema Teknik Pertolongan di Permukaan Air (Water Rescue) dan Teknik Pertolongan di Ketinggian (High Angle Rescue Techniqle) di Aula Gedung Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Inspektur Basarnas, Brigadir Jendral (INF) Chanlan Adilane dan turut diikuti sebanyak 53 orang, yang terdiri dari 27 orang peserta pelatihan SAR bidang Teknik pertolongan di air, serta 26 Orang peserta pelatihan SAR bidang teknik pertolongan di ketinggian.

Inspektur Basarnas, Brigadir Jendral (INF) Chanlan Adilane dalam sambutannya mengatakan bahwa ia menyadari wilayah Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap musibah bencana alam, kecelakaan, maupun kondisi yang membahayakan jiwa manusia lainnya. Sehingga, kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara dan bencana alam yang terjadi juga memerlukan bantuan Basarnas untuk segera memberikan pertolongan kepada para korban.

Meskipun diberlakukan pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19, Chanlan berharap pelatihan potensi SAR kali ini dapat memicu semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Harapan saya, melalui pelatihan pertolongan di permukaan air dan pelatihan Pertolongan di ketinggian bagi potensi SAR ini dapat menghasilkan semangat kemanusiaan, kesatuan pola fikir untuk memberikan pelayanan jasa di bidang SAR Seoptimal mungkin,” ujarnya. Selasa (16/03/2021).

Lanjutnya, sebesar dan seberat apapun tugas yang dihadapi asalkan dengan didasari niat mulia, ia yakin pelayanan pencarian dan pertolongan tersebut bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Peserta juga harus serius melaksanakan instruksi yang diberikan oleh instruktur dengan memperhatikan semua pelajaran, baik teori maupun praktek, agar ilmu yang diberikan nantinya dapat terserap dan dapat diaplikasikan dengan baik.

Selain itu, ia juga meminta peserta pelatihan dapat menutamakan keselamatan diri dan sebisa mungkin untuk menhindari sikap over confidence, yang mana apabila ada keraguan dalam teori dan praktek, ia menyarankan agar bertanya kepada para instruktur.

“Sikap over confidence yang dimiliki singkirkan dahulu, karena sikap tersebut dapat mengabaikan keselamatan diri. Jadikan pelatihan ini sebagai ajang pembelajaran, tukar menukar pengalaman dan mempererat jalinan silaturrahim sebagai insan SAR,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banjarmasin, Slamet Riyadi mengatakan pihaknya dalam hal ini memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan potensi dengan menyelenggarakan pelatihan teknis khusus bagi potensi SAR, baik untuk setiap orang, instansi maupun organisasi yang memiliki potensi SAR.

Kegiatan ini menurutnya berdasarkan peraturan Basarnas, tentang pedoman penyelenggaraan pelatihan teknis bagi potensi SAR, baik di ketinggian maupun permukaan air untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan tersebut.

“Sehingga potensi SAR yang sudah dilatih nantinya dapat membantu BASARNAS dalam melakukan operasi, menjadi pioner dan penolong pertama di daerah masing-masing apabila terjadi suatu keadaan yang memerlukan bantuan dari para peserta nanti,” tegasnya.

Kemudian, Slamet juga mengharapkan agar semua instruktur dapat memberikan pelatihan yang sungguh-sungguh dan melaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kepada para pelatih saya harap bisa memberikan pelatihan dengan sungguh-sungguh, tertib dan lancar supaya dapat dipahami, dimengerti oleh para peserta pelatihan ini, serta agar Peserta tetap mematuhi Protokol Kesehatan selama Melaksanakan Kegiatan pelatihan ini,” pungkasnya.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 7 Hari dari tanggal 14 – 20 Maret 2021, yang mana disana peserta akan diberikan materi teknik-teknik pertolongan dipermukaan air seperti Medical First Responder (MFR), akses dan pertolongan di air, teknik bertahan dan melepaskan diri dari korban, serta bagaimana membawa korban yang sadar ataupun tidak sadar dipermukaan air.

Sedangkan teknik-teknik yang akan diberikan dalam pelatihan pertolongan di ketinggian adalah pengetahuan tentang Medical First Responder, akses dan pertolongan di ketinggian, Teknik Lifting dan Lowering, safety di ketinggian, serta bagaimana cara membawa korban yang sadar ataupun tidak sadar pada saat berada diketinggian.

 

 



Kategori Berita Kansar , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : banjarmasin
20 March 12:05 WIB