SPEED BOAT MATI MESIN DAN TENGGELAM DI BAWAH TONGKANG, 7 ORANG TEWAS


PURUK CAHU - Sebuah speedboat berpenumpang 13 orang termasuk motoris, tenggelam akibat tersedot masuk ke bawah tongkang batu bara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito,  Sabtu (5/1) sekitar pukul 16.15 WIB. Speedboat dengan motoris Agus itu membawa rombongan anggota Polres Murung Raya (Mura) dan security PT Indo Muro Kencana (IMK). Kecelakaan air itu terjadi di sekitar pelabuhan PT Marunda Graha Mineral (MGM), tepatnya di Desa Beras Balange, Kecamatan Laung Tuhup, Mura.

Dari 13 penumpang, 6 orang berhasil selamat sedangkan 7 orang lagi hilang dan diduga tenggelam.

Korban selamat adalah Agus (motoris), Budiman (anggota Polres Mura), Rudi Paputungan (Polres Mura), Hafazah (security PT IMK), Hamid (security (IMK), dan Abed Nego (security PT DBK). Sedangkan korban hilang adalah AKP Aris Tantowi (Kasat Binmas Polres Mura), Aiptu Wasono Sugeng (anggota Satreskrim Polres Mura), Tajudinor (security IMK), Renot (security IMK), Tommy (security IMK), Iwan (security DBK), dan Eli Simon (security IMK).{READMORE}

Agus, motoris speedboat yang selamat menuturkan, saat itu ia mengemudikan speedboat yang dicarter oleh Polres Mura, untuk memberikan pelatihan satpam di perusahaan batu bara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Usai acara pelatihan, rombongan ini kemudian bermaksud pulang ke Kota Puruk Cahu. Waktu itu, speedboat merapat di dermaga PT MGM untuk menurunkan sejumlah penumpang security, sedangkan yang masih tersisa dalam speedboat sebanyak 12 orang, masing-masing 4 orang anggota polisi dan 8 orang petugas security PT IMK dan DBK. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba mesin speedboat tidak mau hidup. Sementara perahu motor cepat ini sudah dilepas tali tambatnya dan posisinya berada di tengah sungai. Saat itu kondisi air Sungai Barito lagi pasang dan berarus deras. Kuatnya arus air mengakibatkan speedboat terseret dan tergencet masuk ke bawah tongkang batu bara milik MGM yang tengah tambat sekitar 30 meter dari dermaga. Akibatnya speedboat seketika terbalik dan tenggelam memuntahkan penumpangnya.

Keenam korban lainnya berhasil melompat dan terseret ke bawah tongkang, namun berhasil selamat dengan pertolongan dari pihak perusahaan, sedangkan penumpang lainnya tidak sempat menyelamatkan diri sehingga ikut tenggelam bersama speedboat masuk ke bawah tongkang

Untuk membantu pencarian korban hilang, sebanyak 208 personel di terjunkan. Diantaran nya dari Brimob, Sabhara, Basarnas Banjarmasin, Brigade Rescue Palangkaraya, SAR PT. MGM, SAR PT. AKT, SAR PT. IMK, Dit Polair Kalteng, TNI dan Dokkes Polda Kalteng dikirim ke Mura. Tim SAR dan kesehatan ini dipimpin Kabid Propam AKBP Raden Zulfahri dan Kabid Dokkes AKBP Asmarahadi. Selain itu, Kapolda juga mengimbau kepada jajarannya yang wilayahnya dekat dengan Kabupaten Mura, agar turut membantu melakukan pencarian.

Informasi terhimpun, derasnya arus sungai menyulitkan pencarian, namun pihak Tim SAR sudah mendirikan beberapa pos di sejumlah titik yang diduga akan muncul tubuh korban. Sejumlah anggota Polres Mura dibantu TNI, Tim BASARNAS dan pihak PT MGM serta keluarga korban, terus melakukan penyisiran di sepanjang DAS Barito.

Selasa (8/1) semua korban tenggelam berhasil di evakuasi oleh tim SAR gabungan yang telah berusaha keras menyisir di sepanjang perairan sungai Barito desa Beras Belange. Korban di ketemukan 4 KM dari TKM dalam keadaan meninggal dunia. Hari itu juga sekitar pukul 11.00 WIB operasi SAR secara resmi di tutup oleh Kapolres Murung Raya AKBP Dedi Suhartono SIK dan semua unsur SAR yang terlibat di kembalikan ke kesatuan nya masing-masing.

 

Sumber : http://www.hariantabengan.com dan Humas Basarnas Banjarmasin

Foto : Humas Basarnas Banjarmasin



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : author