Pos SAR Pangkalan Bun Mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan bersama BPBD Kobar


PANGKALAN BUN – (7/01/2016) Acara Rapat Koordinasi Pencegahan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2016 di Kab. Kotawaringin Barat yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lt.2 Kantor Badan Penangulangan Bencana Daerah Kab. Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun. Adapun undangan yaitu berasal dari Sekretaris Daerah yang membidangi tentang penanganan bencana, di hadiri oleh Kepala BPBD Kobar, Anggota Komisi C DPRD Kobar, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Satpol PP Kobar, Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Kepala Dinas Sosial Kobar, Camat wilayah Kobar, Kepala SKPD Lingkup Pemda Kotawaringin Barat dan Instansi Vertikal di Kobar, Koordinator Pos SAR Pangkalan Bun, BMKG dan Asosiasi Perusahaan Sawit dan Batu Bara, LSM dan Pemerhati Lingkungan Hidup.

Acara tersebut di buka oleh Staf ahli pemda Kotawingin Barat dan di moderatori oleh Kepala BPBD Kotawaringin Barat.  Dalam sambutan pembukaan nya beliau mengatakan bahwa Kab. Kotawingin Barat merupakan wilayah yang pada tahun 2015 kemarin mengalami dampak kebakaran hutan dan lahan yang cukup tinggi dan signifikan. Dampak pada gangguan kesehatan, ataupun aktifitas masyarakat dan dunia penerbangan yang mengalami hambatan. Hal ini di respon cepat dengan mengadakan rapat koordinasi sekaligus evaluasi penanganan musibah tersebut, agar jika pada tahun 2016 ini terjadi musim kemarau yang berkepanjangan dan menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan, semua elemen potensi terkait penanganan musibah ini dapat bahu-membahu menangani sekaligus memberikan tindakan dengan level ‘respon time’ yang tinggi sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang terkena dampak musibah tersebut.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kotawaringin Barat umumnya dilakukan oleh pihak tertentu yang melakukan pembukaan, penyiapan dan pengolahan lahan perkebunan, maupun kebakaran yang diakibatkan oleh alam yang dapat menimbulkan kerugian sosial, ekonomi dan gangguan kesehatan, transportasi dan lingkungan hidup. Lebih dari itu, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia (terutama di Sumatera dan Kalimantan) yang memunculkan asap dapat merusak citra bangsa Indonesia di mata negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, serta masyarakat internasional. Apalagi di Kab. Kotawingin Barat mempunyai kawasan hutan lindung Tanjung Putting yang merupakan kawasan konservasi alam baik vegetasi ataupun hewan lindung terutama Orang Utan yang sudah dikenal di dunia international, destinasi kawasan Tanjung Putting banyak di lirik dan di kunjungi oleh para wisatawan mancanegara ataupun para pemerhati lingkungan dari luar negeri, hal tersebut juga menjadikan salah satu alasan bahwa Pemda Kobar harus lebih berperan aktif dalam menangani masalah musibah kebakaran lahan dan hutan di tahun 2016 ini.

Pos SAR Pangkalan Bun merupakan pos aju di bawah kendali Kantor SAR Banjarmasin yang terletak di Jl. Edy Suwargono No.5 RT.5 Pangkalanbun juga berperan aktif dalam hal keikutsertaan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kab. Kotawingin Barat. Dari segi tugas pokok dan fungsi personil Pos SAR Pangkalanbun salah satu nya mempunyai tugas mendukung sepenuhnya program dan rencana aksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai instansi yang mempunyai kewenangan serta tugas pokok dalam hal penanganan musibah tersebut. Secara khusus, Koordinator Pos SAR Pangkalan Bun mengatakan dalam rapat bahwa seluruh anggota yang bertugas di Pangkalan Bun siap mendukung sepenuhnya jika terjadi musibah di tahun 2016 ini. Tentunya dengan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Kantor SAR Banjarmasin yang mempunyai kewenangan kendali pergerakan anggota di Pos SAR Pangkalan Bun.

Dalam kesempatan ini staf ahli Sekda Kotawingin Barat juga memberikan direktif sebagai berikut: Peranan camat dan seluruh jajarannya dan dibantu oleh musyawarah pimpinan kecamatan dapat melaporkan tentang kebakaran hutan dan lahan di daerahnya masing-masing dan melakukan tindakan nyata dengan menyertakan seluruh lapisan masyarakat untuk memadamkannya, Terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat dan perusahaan-perusahaan baik perkebunan maupun HTI untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam memulai usahanya. Untuk itu saya berharap pada setiap tindakan dapat diaktifkan Pusdalsis pengendalian kebakaran hutan dan lahan, sehingga dapat terjalin koordinasi dan pengawasan yang terpadu di semua tingkatan mulai di kabupaten sampai ke kecamatan. Saya harapkan segera laporkan apabila terjadi kebakaran di daerahnya masing-masing untuk dilakukan pemadaman yang lebih efektif dan terkoordinasi, Kepada pihak yang berwajib baik pihak  kepolisian setempat, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan ataupun instansi lain terkait, dapat membangun kerjasama yang sinergis dengan semua aparat pemerintah baik di tingkat kabupaten sampai ke tingkat pedesaan untuk melakukan upaya nyata dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Apabila terbukti dan didapati buki-bukti yang nyata untuk tidak segan-segan menindaklanjutinya dengan tindakan-tindakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama UU tentang lingkungan hidup dan UU kehutanan, Perkebuan dan UU lainnya yang terkait kebakaran Hutan dan lahan, Kepada perusahaan perkebunan sawit yang tersebar di seluruh Kab. Kotawaringin Barat turut membantu  dengan memanfaatkan kawasan perkebunan tersebut sebagian untuk pembuatan embung-embung air yang dapat digunakan dalam pencegahan dan pengurangan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah tersebut. (AZK/PUSDATIN-BJM)

doc. M. Nani



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author