KANTOR SAR BANJARMASIN MENGGELAR LATIHAN SAR DAERAH


Banjarmasin (30/12) – Dalam rangka menyamakan pola pikir dan pola tindak penanganan musibah Operasi SAR, Kantor SAR Banjarmasin menyelenggarakan latihan SAR daerah bersama potensi SAR. Latihan SAR daerah merupakan program latihan kantor SAR Banjarmasin tiap tahunnya. Adapun latihan SAR daerah ini di laksanakan pada tanggal 23 s/d 24 desember 2013 dan di fokuskan di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur. Latihan SAR daerah ini di ikuti oleh 103 orang peserta, baik itu berasal dari instansi pemerintah dan organisasi potensi SAR di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur. Pembukan latihan  SAR daerah  secara resmi di hadiri langsung oleh Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional Brigadir jendral Tatang Zainuddin. Brigadir jendral Tatang Zainuddin mengatakan Badan SAR Nasional memiliki Tugas Pokok dan Fungsi yaitu untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap musibah baik yang terjadi di pelayaran dan penerbangan.

Beliau juga menegaskan “Apabila terjadi suatu musibah maka segera untuk menginformasikan ke Badan SAR Nasional “. Selain itu tamu undangan lain juga  hadir yaitu Wakil Bupati Kotawaringin Timur  HM Taufiq Mukri dan Sekda kabupaten Kotawaringin Timur Putu Sudarsana. Dalam sambutan Sekda kabupaten Kotawaringin Timur Putu Sudarsana mengatakan dalam menjalankan tugasnya Pos SAR Sampit bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur..

“Koordinasi itu penting, karenanya SAR tetap harus bersinergi dengan pemerintah daerah di wilayahnya masing-masing, “tutur Putu. Beliau juga menambahkan pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Timur siap membantu memberikan sarana ambulance ke Pos SAR Sampit yang akan di alokasikan tahun 2014 sebagai bentuk dukungan dalam menunjang kinerja SAR. Upacara pembukaan latihan dimeriahkan juga dengan Demo CSSR (collapsed structure search and rescue) oleh tim rescue Pos SAR Sampit. Demo tersebut mensimulasikan tentang penyelamatan korban pada bangunan yang runtuh.

Kegiatan pelatihan di laksanakan Selama dua hari dan di pusatkan di halaman Pos SAR Sampit dan di Pelabuhan Sungai Mentaya. Potensi SAR yang terlibat menjadi peserta antara lain TNI, Polri, PMI, Damkar, LLAJ, KSOP, PRAMUKA dan juga Mahasiswa.

Kegiatan latihan SAR daerah meliputi pembekalan evakuasi korban (Water Rescue dan Medical First Responder), pelatihan POSKO SAR, serta simulasi operasi SAR musibah pelayaran yang dilaksanakan di Pelabuhan Sungai Mentaya Sampit. Simulasi menceritakan tentang KM.PSSE, sebuah kapal kargo terbakar saat akan memasuki perairan sungai mentaya,  Dua orang anak buah kapal (ABK) pingsan namun berhasil di selamatkan Tim rescue Kantor SAR Banjarmasin. Sementara kapal tidak berhasil di selamatkan dan ludes terbakar.

Informasi musibah bermula saat angin kencang di sertai gelombang tinggi menghantam kapal mengalami kebocoran. Nahkoda kapal langsung menghubungi agen pemilik kapal dan langsung meminta bantuan. Selanjutnya kapal kehilangan kontak dan tidak bisa di hubungi. Mendapat laporan dari nahkoda kapal, agen pemilik kapal menghubungi kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit atas kejadian yang menimpa KM.PSSE. Sebagai langkah pertolongan KSOP mengirimkan berita ke Pos SAR Sampit dan di teruskan ke Kantor SAR Banjarmasin. Selanjutnya di gelar Operasi SAR yang dipimpin Koordinator POS SAR Sampit sebagai On Scene Coordinator. Dalam rangka penyelamatan juga melibatkan organisasi potensi SAR lainnya.

Terlihat para potensi SAR saling bekerja sama dalam mengevakuasi korban. Semua  undangan simulasi latihan SAR daerah dan masyarakat kab.kotawaringin timur sangat antusias menonton kegiatan simulasi tersebut. “Latihan penyelamatan terhadap musibah korban pelayaran sukses. Korban berhasil di selamatkan, itu semua berkat kerjasama semua elemen organisasi melakukan tindakan yang tepat.” Tutur Brigadir Jendral Tatang Zainudin. Beliau juga mnyebutkan bahwa latihan tersebut tidak lepas dari kerja sama baik semua instansi pada saat akan melakukan pertolongan terhadap korban yang mendapat musibah pelayaran tersebut. Beliau menjelaskan bahwa fasilitas di Pos SAR Sampit ini belum memadai sehingga dirinya berjanji akan memenuhi kekurangan fasilitas terutama peralatan peralatan SAR tersebut. Menurutnya, pihaknya sangat mengapresiasi bantuan pengadaan satu unit ambulance oleh pemkab kotim pada tahun 2014 mendatang, apalagi luas wilayah kab.kotim dan kalteng ini sangat memerlukan dukungan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Masyarakat yang memerlukan bantuan SAR agar tidak ragu dan segan melaporkan informasi ke Pos SAR Sampit karena untuk operasi penyelamatan tidak ada pungutan apapun.

Kegiatan latihan SAR daerah ini sangat penting, untuk meningkatkan kemampuan anggota SAR, khususnya dalam tugasnya melakukan penyelamatan dan pencarian korban, baik korban bencana maupun musibah lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang koordinasi yang baik dengan para potensi SAR sehingga mendapatkan pemikirin dan tindakan yang sama dalam penanganan musibah. Selain itu diharapkan masyarakat kab. Kotawaringin timur mengetahui keberadaan instansi Badan SAR Nasional di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Pos SAR Sampit dan siap menginformasikan bila terjadi musibah baik itu pelayaran dan penerbangan. (Humas Kansar BJM)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author